Diterbitkan tanggal 09 September 2026 12
Bojonegoro, 9 September 2026 – Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) II Bojonegoro Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Sarana Prasarana melaksanakan monitoring dan koordinasi ketersediaan air irigasi pada Musim Tanam (MT) III di Waduk Pacal dan Bendungan Gongseng, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil koordinasi Bakorwil II Bojonegoro bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo pada 3 Agustus 2026 terkait ketersediaan air irigasi pada MT III, kondisi permukaan air Sungai Bengawan Solo, serta pengelolaan sumber daya air di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Pelaksanaan monitoring di Waduk Pacal dan Bendungan Gongseng dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026.
Berdasarkan data pengelolaan Bendungan Pacal dan Gongseng, ketersediaan air di Waduk Pacal masih dalam kondisi tersedia, dengan elevasi Tinggi Muka Air (TMA) +110,20 meter, volume tampungan sebesar 7.891.355 m³, dan volume yang dapat dimanfaatkan sebesar 7.391.355 m³. Data tersebut tercantum dalam grafik realisasi RTOW Bendungan Pacal 2025/2026 yang disampaikan BBWS Bengawan Solo.
Waduk Pacal yang berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, memiliki manfaat utama untuk mendukung pelayanan irigasi seluas 16.633 hektare. Sementara itu, Bendungan Gongseng yang juga berada di Kecamatan Temayang mendukung irigasi seluas 6.191 hektare sebagai suplai bagi Daerah Irigasi Pacal, sekaligus menyediakan air baku sebesar 300 liter per detik untuk wilayah Kecamatan Sugihwaras dan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam pengelolaan pelayanan air irigasi, Bendungan Pacal menjadi sumber pelayanan utama. Berdasarkan data BBWS Bengawan Solo, apabila ketersediaan air di Bendungan Pacal telah menurun atau habis, pelayanan selanjutnya akan didukung oleh Bendungan Gongseng. Bendungan Gongseng saat ini memiliki volume tampungan sebesar 13.992.360 m³, dengan volume yang dapat dimanfaatkan sebesar 5.955.270 m³. Dari volume tersebut, sebesar 3.622.470 m³ dialokasikan untuk irigasi dan 2.332.800 m³ untuk kebutuhan air baku.
Kondisi ketersediaan air tersebut turut menjadi pertimbangan dalam pengaturan pola tanam petani pada MT III. Berdasarkan tabel realisasi tanam di Daerah Irigasi Pacal periode 21 Juli–28 Juli 2026, luas tanaman pada MT III didominasi oleh palawija seluas 15.593 hektare, sedangkan tanaman padi mencapai 800 hektare. Setelah sekitar 240 hektare padi MT II dipanen, lahan tersebut direncanakan untuk ditanami palawija.
Pola tanam tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyesuaikan kebutuhan air dengan ketersediaan sumber daya air pada musim tanam III. Dengan kondisi suplai air yang lebih terbatas pada musim kemarau, pengaturan pola tanam diperlukan agar pemanfaatan air irigasi dapat dilakukan secara optimal dan pelayanan kepada daerah irigasi tetap berkelanjutan.
Selain itu, pelayanan air irigasi pada Waduk Pacal menerapkan pengaturan operasional selama musim kemarau, yakni 10 hari pelayanan yang diikuti masa jeda selama 8 hari. Pengaturan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan ketersediaan air dan menjaga keberlanjutan pelayanan irigasi.
Melalui kegiatan monitoring dan koordinasi ini, Bakorwil II Bojonegoro mendorong agar pengelolaan dan distribusi air dari Bendungan Pacal dan Bendungan Gongseng terus dioptimalkan. Penyesuaian pola tanam dengan kondisi ketersediaan air juga menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan sektor pertanian dan kapasitas sumber daya air yang tersedia.
Bakorwil II Bojonegoro melalui Bidang Sarana Prasarana akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi teknis dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan ketersediaan serta distribusi air dapat dikelola secara efektif, sehingga mendukung keberlanjutan pertanian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Dapatkan berita lainnya melalui Google News
Jl. Pahlawan Nomor 5 Bojonegoro
(0353) 5254758, 881901
bakorwil2@jatimprov.go.id
http://bakorwilbojonegoro.jatimprov.go.id