Diterbitkan tanggal 10 Maret 2022 1506
Hutan yang gundul akan menyebabkan fungsi penyerapan air hujan berkurang dan berdampak pada terjadinya musibah banjir. Selain itu hutan gundul juga dapat menimbulkan masalah lainnya.
Dengan kenyataan di atas, maka Bakorwil Bojonegoro menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengembalian Fungsi Hutan Melalui Kegiatan Reboisasi Sewilayah Kerja Bakorwil Bojonegoro Tahun 2022 pada hari Kamis (10/3/2022).
Dalam sambutannya, Kepala Bakorwil Bojonegoro Bapak Agung Subagyo menyinggung tentang upaya pelestarian dengan melaksanakan reboisasi.
“Upaya pelestarian yang dilakukan selama ini adalah penghutanan kembali atau reboisasi dan penghijauan, reboisasi adalah penghutanan kembali daerah kawasan hutan yang telah rusak atau dibuka untuk industri, dan juga penghutanan lahan-lahan milik penduduk yang belum pernah menjadi hutan.” Kata Pak Agung dalam sambutannya.
Kaban juga menyatakan bahwa kegiatan penghutanan dapat dikelompokkan menjadi dua berdasarkan tujuannya yaitu penggunaan intensif dan penggunaan ekstensif yang hanya sedikit atau tanpa panen guna melindungi resapan air dan untuk mereduksi salinisasi tanah.
Dengan adanya kegiatan reboisasi ini diharapkan dapat juga sebagai upaya penanganan terhadap bencana banjir bandang, hal ini dikarenakan akar pepohonan yang ada di dalam hutan dapat menyerap air sehingga akan menahan laju air.
Pada akhir sambutannya Pak Agung menyampaikan bahwa kegiatan reboisasi ini juga sudah selalu diprogramkan dan dilaksanakan oleh perum perhutani melalui perwakilan kph di wilayahnya masing-masing, namun masih terdapat beberapa permasalahan yang mengakibatkan program reboisasi ini belum optimal.
Untuk itu Kaban berharap dengan adanya rapat koordinasi ini dapat menemukan solusi terkait permasalahan reboisasi yang selama ini terjadi.
Dapatkan berita lainnya melalui Google News
Jl. Pahlawan Nomor 5 Bojonegoro
(0353) 5254758, 881901
bakorwil2@jatimprov.go.id
http://bakorwilbojonegoro.jatimprov.go.id