Upacara Tanggal 17 Juli Tahun 2019 di Halaman BAKORWIL Bojonegoro

Diterbitkan tanggal 17 Juli 2019 609


BAKORWIL Bojonegoro menyelenggarakan upacara rutin tanggal 17 Juli Tahun 2019, yang diikuti karyawan-karyawati BAKORWIL Bojonegoro dan UPT Prov. Jatim yang berada di Bojonegoro. Yang bertindak Inspektur Upacara Kepala BAKORWIL Bojonegoro Bpk. Drs. Abimanyu Poncoatmojo I, MM. Dalam amanatnya Beliau menyampaikan Program Kerja Ibu Gubernur Jawa Timur yaitu Nawa Bhakti Satya yang berarti sembilan janji kerja, yaitu : 1. Jatim Sejahtera Cara mewujudkan Jatim Sejahtera yakni dengan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk penduduk miskin di 38 kabupaten/kota, 664 kecamatan, 5.674 desa, dan 2.827 kelurahan. Disabilitas, lansia terlantar, dan perempuan kepala keluarga rentan. Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD provinsi. 2. Jatim Kerja Sebuah program bernama Jatim Go. Program ini akan akan berfokus pada penyediaan pelatihan kerja serta pengembangan pendidikan vokasi yang akan menarik minat banyak anak muda. Rincian programnya antara lain, Dream Team Science Techno Park (STP) dengan sasaran 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1 dan membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah. Kemudian Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anak muda melalui informasi super koridor di 5 Bakorwil yang ada di Jatim, selain itu bisa meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan anak-anak muda. 3. Jatim Cerdas dan Sehat Program yang ada dalam poin ini adalah Tis-Tas (Gratis dan Berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Kemudian tunjangan PKL, SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata). Lebih lanjut ada Program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU dan memperkuat RS rujukan. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu. 4. Jatim Akses Program ini bertujuan untuk membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar seperti Jembatan Kanor Bojonegoro dengan Rengel Tuban, Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa-Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa. Membangun dermaga perintis pulau-pulau di Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, dan pengembangan pesisir selatan. Selanjutnya melakukan percepatan dan pengembangan bandara perintis. "Karena seperti yang kita semua tahu, akses maritim di koridor Selatan Jatim itu sangat potensial. 5. Jatim Diniyah Program ini berfokus untuk memberi tunjangan kehormatan bagi imam masjid di kampung, pesisir, dan pulau terluar. Kemudian perluasan tunjangan kehormatan bagi hafidz-hafidzoh. Adanya penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2. "Karena masa depan guru diniyah harus diperhatikan betul. Lewat program ini, guru akan semangat ada beasiswa sampai S2," 6. Jatim Agro Bhakti yang keenam ini bertujuan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian. Selanjutnya menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan Gapoktan. Serta mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional. 7. Jatim Berdaya Selanjutnya adalah Jatim Berdaya, yaitu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM melalui One Village One Product One Corporate and Agropolitan. Program lain adalah Communal Branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuh-kembangkan koperasi perempuan, petani, nelayan, dan perdagangan antar pulau. 8. Jatim Amanah Untuk memberantas penyelewangan di pemerintahan Jatim. Maka pada Bhakti kedelapan, ia mempunyai program Jatim Amanah yakni menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT. "Kalau dengan IT, korupsi bisa ditekan dan mudah terdeteksi. Kami akan wujudkan pemerintahan yang amanah, sebai pemerintah atau pemimpin itu yang hartanya diberikan untuk rakyatnya. 9. Jatim Harmoni Program ini, meliputi upaya menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM. Dalam menjalankan program Nawa Bhakti Satya tersebut Pemprov. Jatim akan melakukannya dengan CETTAR, yakni cepat jika ada masalah yang dihadapi rakyat, maka seluruh ASN, Dinas-Dinas harus cepat melayani. Lalu dengan Efektif yaitu penyelenggaraan sesuatu di Jatim dilakukan Efektif dan Efisien, tidak ada pemborosan dan penyalahgunaan uang negara. Tanggap yakni ASN dan Jajaran Pemprov. Jatim tanggap terhadap kebutuhan rakyatnya. T juga berarti Transparan yang menjadi bagian Jatim untuk menyampaikan berapa uang Pemprov. Jatim, dipakai untuk apa dan manfaatnya untuk siapa. Responsif yakni bagaimana seluruh Jajaran Pemprov. Jatim memberikan respons yang cepat terhadap layanan-layanan untuk percepatan dan kesejahteraan masyarakat Jatim.

Dapatkan berita lainnya melalui Google News

BERITA LAINNYA





Bakorwil Bojonegoro






Lokasi

Kontak

Jl. Pahlawan Nomor 5 Bojonegoro

(0353) 5254758, 881901

bakorwil2@jatimprov.go.id

http://bakorwilbojonegoro.jatimprov.go.id



Copyright © 2023. Situs Resmi Badan Koordinasi Wilayah Bojonegoro.