Diterbitkan tanggal 14 Februari 2025 253
Nganjuk, 12 Februari 2025 – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait upaya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta percepatan serapan tenaga kerja lulusan SMK di Kabupaten Nganjuk. Acara yang berlangsung di SMKN 1 Gondang, Nganjuk ini dihadiri oleh perwakilan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Nganjuk, serta Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kabupaten Nganjuk.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk merumuskan solusi yang efektif dalam mengatasi pengangguran, khususnya bagi lulusan SMK di Kabupaten Nganjuk," ujar Kepala Bidang Kemasyarakatan Bakorwil II Bojonegoro, Rachmad Wagejanto, S.E., M.Si..
Monitoring dan evaluasi ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), yang membahas berbagai tantangan dan solusi untuk mempercepat serapan tenaga kerja lulusan SMK di dunia industri. Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam FGD ini antara lain peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan peserta didik melalui kelembagaan BLUD di SMK Negeri, serta pengembangan teaching industry dan teaching factory untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
"Kami melihat bahwa teaching industry dan teaching factory memiliki potensi besar untuk menjembatani dunia pendidikan dengan industri, sehingga lulusan SMK lebih siap terjun ke dunia kerja," tambahnya.
Selain itu, optimalisasi basis data alumni dan tracing study menjadi salah satu fokus utama dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja. Integrasi data antara sekolah, Cabdindik, dan Disnaker Kabupaten dinilai penting guna menyusun strategi yang lebih tepat sasaran. Penyesuaian jurusan SMK dengan potensi lokal Kabupaten Nganjuk, seperti Teknologi Pengolahan Pertanian, juga menjadi salah satu rekomendasi utama.
"Dengan adanya basis data alumni yang terintegrasi, kami dapat lebih mudah memetakan kebutuhan tenaga kerja dan menyelaraskannya dengan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK," jelasnya.
Pemetaan minat dan bakat siswa sejak awal masuk SMK menjadi strategi yang disoroti agar lulusan memiliki arah yang jelas, baik untuk bekerja, melanjutkan pendidikan tinggi, berwirausaha, atau menjadi Pekerja Migran Indonesia. Selain itu, peningkatan kompetensi guru dan siswa melalui pelatihan berbasis kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang lebih siap bersaing.
"Pemetaan minat dan bakat sejak dini sangat penting agar setiap siswa dapat menentukan jalur karier yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga peluang sukses lebih besar," katanya.
Lebih lanjut, pemadanan kurikulum dengan kebutuhan industri, pembinaan soft skill bagi siswa dan wali murid, serta penyediaan marketplace lowongan pekerjaan yang dikelola Disnaker Kabupaten menjadi rekomendasi penting untuk meningkatkan serapan tenaga kerja. Pelatihan mekanisasi alat pertanian, optimalisasi Dana Desa untuk pengembangan SDM, serta peningkatan peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) dalam menjembatani lulusan dengan dunia kerja juga menjadi bagian dari upaya yang dirumuskan dalam diskusi ini.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh lulusan SMK memiliki peluang kerja yang lebih luas dengan kurikulum yang relevan, pelatihan yang tepat, dan akses informasi lowongan kerja yang memadai," tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mengatasi permasalahan pengangguran di Kabupaten Nganjuk, sekaligus meningkatkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan siap bersaing.
Dapatkan berita lainnya melalui Google News
Jl. Pahlawan Nomor 5 Bojonegoro
(0353) 5254758, 881901
bakorwil2@jatimprov.go.id
http://bakorwilbojonegoro.jatimprov.go.id